Translate

Showing posts with label Jalan-jalan Jepang. Show all posts
Showing posts with label Jalan-jalan Jepang. Show all posts

Thursday, July 20, 2017

Liburan Hari Terakhir di Jepang: Narita Airport

Hari ini kami bersiap-siap untuk kembali ke Indonesia, setelah 11 hari menjelajahi Jepang. Kami membeli onigiri untuk sarapan di Family Mart dalam stasiun. Setelah Check out dari hotel pada jam 11 pagi dan menitipkan barang, kami pun menuju You!Pla Mall untuk membeli beberapa oleh-oleh. Kami berbelanja di Hyaku-en Shop Seria, tempat barang-barang seharga 100 yen. Dari barang-barang kebutuhan rumah tangga hingga pernak pernik dan mainan anak-anak tersedia disni. Setelah membeli beberapa mainan dan oleh-oleh, kami pun kembali ke hotel. 

Sambil menunggu jadwal kereta kami yang masih satu jam lagi yaitu jam 2 siang, maka kami pun bersantai di lobby hotel. Saya memanfaatkan signal Wifi hotel untuk berkomunikasi dengan keluarga di Indonesia sekaligus memesan tiket pesawat dari Jakarta ke Ternate dan Bali. Pukul 02:00pm kami pun menuju ke stasiun. Saya membeli tiket kereta dari Yukarigaoka ke Narita Airport (Bandara Narita) transit di Sakura seharga 580 yen per orang. Dari Yukarigaoka kami naik kereta Keisei Main Line Rapid for KEISEI-SAKURA ke stasiun Sakura, lalu berganti kereta Keisei Main Line Ltd. Exp. for NARITA AIRPORT menuju ke Terminal 2 Bandara Narita. 
Area Check-in di Terminal 2 Bandara Narita
Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Narita_International_Airport



Tiba di Bandara Narita kami lansung naik lift ke Departure Lobby di lantai 3 yaitu area untuk check-in. Saya dan si kakak pun mencari konter check-in untuk maskapai Japan Airlines (JAL), saya menemukan salah satu konter yang antriannya tidak terlalu panjang. Setelah check-in, kami pun naik ke lantai 4 untuk makan siang dan mencari oleh-oleh lagi hehehe. Kami makan siang di salah satu restoran yang menyajikan menu halal bernama La Toque. Restoran ini buka dari pukul 07:30-20:30. Ada rombongan turis dari Indonesia yang sedang makan juga, mereka berisik sekali. Saya memesan Meat Sauce Pasta Combo seharga 1060 yen dan Shinji memesan Curry with grilled chicken seharga 1080 yen. Rasanya lumayan enak, pantas saja banyak direkomendasikan orang.

Setelah makan siang, saya mampir berbelanja oleh-oleh di toko oleh-oleh Wamonoya Kaya yang berada di sebelah La Toque. Saya beli payung lipat motif bunga seharga 1000 yen serta 2 buah sapu tangan masing-masing seharga 600 yen dan 350 yen. Setelah membeli oleh-oleh kami pun turun kembali ke lantai 3 dan masuk ke tempat Security Check

Semua barang bawaan harus melewati pemeriksaan X-ray seperti biasanya termasuk ikat pinggang, jam tangan dan jaket. Saat kami melewati Metal Detector ternyata masih berbunyi sehingga petugas meminta kami membuka sepatu dan memberikan kami sendal khusus yang harus kami kenakan saat kembali melewati Metal Detector. Sedangkan sepatu kami kemudian diletakkan di nampan dan diperiksa di mesin X-ray. Kemudian kami diperbolehkan mengenakan kembali sepatu kami. Semua tas bawaan kami diperiksa oleh petugas. Petugas sempat meminta saya untuk membuka tutup botol air minum yang saya bawa, lalu memeriksa aromanya. 

Setelah itu kami pun langsung menuju loket imigrasi untuk mendapatkan stempel keluar. Selesai dari loket immigrasi, kami pun menuju ke Boarding Gate. Ada beberapa Duty Free Shop  yang kami temui setelah keluar dari loket immigrasi. Kami harus turun ke lantai 2 gedung utama bandara dan melewati Connecting Passageway untuk menuju ke lantai 3 gedung Satellite, tempat Boarding Gate kami berada.
Sumber: https://www.jal.co.jp/en/inter/airport/nrt/info/
Connecting Passageway menuju Satellite
Tiba di Boarding Gate, penumpang sudah sangat banyak. Kami tidak kebagian tempat duduk, akhirnya berdiri saja. Proses Boarding agak terlambat dari jadwal karena masalah teknis. Setelah agak lama menunggu, kami akhirnya bisa naik ke pesawat. Shinji menarik saya dan Alban ke depan pintu boarding sebelum pintunya dibuka, agar kami bisa naik lebih dulu. Benar saja, karena saya bawa anak kecil, kami pun dipersilakan naik terlebih dahulu sehingga kami tak perlu berdesak-desakan dengan penumpang lain. Senyum ramah dan salam dari Pramugari JAL pun menyambut kami di pintu masuk pesawat. Pramugari JAL memang terbaik!
Di depan Boarding Gate. Selamat tinggal Jepang....

Akhirnya kami pun meninggalkan Jepang dengan di malam itu dengan rasa haru sekaligus bahagia. Saya masih punya kesempatan untuk berkunjung lagi karena masa berlaku visa saya masih sampai 3 tahun kedepan😁. Saya sangat terkesan dengan Negara Jepang yang sangat disiplin, tertib, bersih, ramah dan penuh empati. Saya bersyukur masih bisa bertemu dengan para mantan manager di perusahaan dulu dan sahabat-sahabat terbaik saya di Jepang. Saya terharu dengan perhatian dan bantuan yang mereka berikan kepada saya. Terima kasih Mina san! Sampai jumpa lagi di masa mendatang. Sayonara Jepang... I'll be missing you...


Liburan Hari Kesebelas: Chiba

Pagi ini bus Willer yang kami tumpangi sudah tiba di Stasiun JR Osaki, Tokyo. Para penumpang yang akan turun di Tokyo sudah turun. Bus kemudian melaju ke Tokyo Disneyland. Saya sengaja mengambil tujuan Disneyland agar bisa berfoto di Tokyo Disneyland, walaupun tidak masuk ke dalamnya. Saya sudah tidak bisa tidur lagi jadi saya pindah ke bangku kosong di depan saya. Alban saya tidurkan disamping saya jadi saya lebih leluasa untuk beres-beres. Sesekali saya menengok keluar jendela. 

Tepat pukul 8:00am Bus pun tiba di Tokyo Disneyland(R) Bus Terminal Annex. Terminalnya sangat luas, kami pun bersiap untuk turun. Setelah mengambil bagasi, kami lalu berjalan mengikuti arahan petugas menuju ke Tokyo Disneyland. Ada toilet dan bangku taman di tepi Terminal yang berada tepat disamping Tokyo Disneyland. Kami pun bergegas menuju toilet untuk membersihkan diri. Tampang kusut pun jadi cerah kembali hehehe😁.  Lalu kami pun berjalan menuju Stasiun Tokyo Disneyland. Karena tak yakin dengan arah pintu keluar, kami dan beberapa penumpang lain malah sempat salah masuk jalur pemeriksaan tiket ke Disneyland hahaha. Untungnya sama petugas pemeriksa tiket kami disuruh ambil jalur sebelah luar. Karena tidak punya paket data dan lupa screenshoot peta Disneyland saya jadi tak tahu arah.

Di ujung jalan ada petugas, saya pun bertanya arah stasiun Disneyland ataupun Stasiun Maihama. Beliau berkata bahwa Stasiun Tokyo Disneyland sudah dekat hanya beberapa puluh meter di depan kami, sedangkan stasiun Maihama masih jauh di depan. Ternyata benar hanya sekitar 40meter kami sudah menemukan Stasiun Tokyo Disneyland, tepat di depan Tokyo Disneyland Hotel.
Tokyo Disneyland Hotel
Tokyo Disneyland Station
Kami sempat berfoto di depan Tokyo Disneyland Hotel yang sangat indah. Lalu masuk ke stasiun Tokyo Disneyland dan naik lift ke lantai dua untuk membeli tiket ke stasiun Resort Gateway. Karena tidak ada petugas, saya pun langsung membeli tiket di mesin tiket seharga 260 yen per orang dewasa. Tak lama menunggu kereta monorail Disney Resort Line pun tiba dan kami pun naik. Keretanya lucu sekali karena dipenuhi karakter Disney, bahkan jendela dan tempat pegangan di kereta berbentuk kepala  Mickey Mouse.

Dari stasiun Tokyo Disneyland, keretanya melewati stasiun Bayside dan Stasiun Tokyo Disneysea lalu tiba di stasiun Resort Gateway. Dari stasiun Resort Gateway kami tinggal berjalan ke pintu keluar ke arah stasiun Maihama yang terletak disebelahnya. Di stasiun Maihama kami mampir untuk sarapan di Beck's Coffee Shop sebelum melanjutkan perjalanan ke Chiba.

Karena jalur ke Yukarigaoka bukan termasuk jalur JR tapi merupakan jalur Keisei Line, jadi kami hanya membeli tiket JR sampai stasiun Funabashi dengan rute transit di Nishi Funabashi. Dari stasiun Funabashi kami berjalan kaki ke stasiun Keisei-Funabashi yang letaknya tidak begitu jauh. Kami pun membeli tiket ke stasiun Yukarigaoka. Sekitar 30 menit naik kereta Keisei Main Line Rapid kami pun tiba di Yukarigaoka, saat itu sudah jam 11 pagi. Lokasi Wishton Hotel tempat kami menginap berada tepat disamping stasiun dan pintu masuk hotel masih berada di dalam stasiun jadi tidak sulit mencarinya. Sayangnya kami tidak bisa langsung langsung menempati kamar karena kamar masih dibersihkan, jadi kami hanya check-in melaporkan identitas dan menitipkan koper saja. Saya lalu menunggu Takeshi san di lobby hotel.
Yukarigaoka
Takeshi san tiba di hotel, kami lalu diajak jalan-jalan ke AEON Mall yang tak jauh dari Hotel, sekitar 8 menit berjalan kaki. Saya menyukai suasana di Chiba karena sejuk dan banyak lahan pertanian. Tiba di AEON Mall, kami langsung menuju foodcourt karena sudah jam 12 siang, saatnya makan siang. Agak sulit mencari makanan halal di mall ini, untungnya ada gerai makanan India, jadi kami pesan disitu saja. Setelah makan dan mengobrol sejenak, kami pun berkeliling mall. Alban naik ke kereta dorong anak yang tersedia di mall itu. Bentuknya lucu, saya sempat memotretnya.
Kereta dorong anak di AEON Mall Yukarigaoka
Ketika sedang berkeliling Take san tiba-tiba memperlihatkan kepada kami bagian lantai mall yang unik. Lantainya dibuat seolah-olah menyerupai kolam yang berisi ikan koi sedang berenang kesana kemari. ketika kita menginjak lantai tersebut maka airnya akan beriak seperti ketika kita mencelupkan air ke kolam sungguhan ahhaha, saya suka sekali. Si Kakak dan Alban pun kegirangan mengejar ikan yang ada di lantai tersebut hahah. 
Lantai unik di AEON Mall

Di AEON Mall saya dan Shinji sempat membeli kosmetik. Saya juga membeli teh hijau bubuk pesanan tante saya. Harganya cukup murah 615 yen ukuran 200gr. Setelah puas berkeliling dan berbelanja kami pun kembali ke hotel. Tapi sebelum kembali saya dan si kakak mampir di toilet. Keluar dari toilet dan bertemu Take san, saya baru sadar kalo tas saya tidak ada. Saya dan si kakak spontan berlari kembali ke toilet.

Di depan pintu toilet saya bertemu petugas kebersihan yang sedang kebingungan memegang tas saya. Saya memberitahunya bahwa itu adalah tas saya. Dengan sikap hati-hati si petugas pun meminta saya menyebutkan apa saja isi tas saya, karena beliau hanya ingin memastikan bahwa itu tas saya. Saya katakan bahwa ada paspor dan dompet di dalam tas saya. Beliau lalu membuka tas dan menyuruh saya mengeluarkan paspor di dalam tas saya lalu memperlihatkan kepada beliau. Dan yup beliau tersenyum melihat foto di paspor saya, syukurlah. Beliau pun menyerahkan tas saya sambil memperingatkan saya untuk lebih berhati-hati. Saya berterima kasih kepada beliau dan beliau pun tersenyum.

Kami lalu berjalan kembali ke hotel. Di tengah perjalanan, Take san mampir membeli roti dan donut pesanan istrinya. Saya pun ikut membeli donut mini untuk cemilan Alban di hotel. Kami berjalan kembali ke hotel diantar oleh Take san. Di hotel, saya memberikan oleh-oleh kepada Take san, beliau sangat senang. Kami saling memberi salam perpisahan karena besok saya sudah harus kembali ke Indonesia. Take san pun kembali ke rumahnya.
Mall You!Pla disamping Wishton Hotel
Malam harinya kami memutuskan untuk jalan-jalan ke You!Pla Mall disamping hotel. Ada McD dan beberapa restoran disitu, mata saya melirik ke sebuah restoran disamping McD yang bernama コルム. Si kakak pun setuju untuk makan malam disitu. Kami mencoba menu Beef steak dengan saus teriyaki. Saya pesan Sirloin Steak 200gr seharga 1380 yen + nasi porsi medium seharga 250 yen dan si kakak Roast Steak 200gr seharga 1180 yen + nasi ukuran small seharga 200 yen. Rasanya sangat yummy dan saya sangat menikmatinya.

Sirloin Steak saus teriyaki
Selesai makan malam, kami pun kembali ke hotel untuk beristirahat. Pengalaman hari ini sangat mendebarkan sekaligus menyenangkan. Beruntung sekali saya bisa berkeliling ke beberapa kota di Jepang bahkan ke beberapa kota yang jarang dikunjungi wisatawan. Malam ini saya harus berkemas untuk kembali ke Indonesia. Terima kasih Take san untuk rekomendasi hotelnya dan waktunya menemani kami jalan-jalan di Yukarigaoka.


Tuesday, July 18, 2017

Liburan Jepang Hari kesembilan: Indahnya taman Osaka Zouheikyoku, Osaka Castle, Umeda Sky Building

Hari ini kami berencana untuk melihat bunga sakura di taman Zouheikyoku, berkunjung ke Osaka Castle, dan Umeda Sky Building. Sebenarnya saya ingin ke Tsutenkaku Tower tapi karena lokasi makan malam nanti akan lebih dekat dari Umeda Sky Building, maka acara ke Tsutenkaku saya batalkan. 

Tepat jam 10 pagi, saya sudah bersiap untuk turun ke lobby hotel dan menunggu kedatangan Tsurufuji san dan Tahara san. Saya kangen sekali dengan mereka. sudah lama sekali tidak bertemu. Tak lama kemudian Tsurufuji-san muncul dari pintu lobby. Tampak sedang membaca pesan teks di HPnya. Saya menyapa beliau dengan gembira. Tsurufuji san mengatakan bahwa Tahara san sedang berjalan menuju ke hotel ini. Kami pun duduk menunggu Tahara san di lobby hotel. Saya mengeluarkan beberapa gantungan kunci sebagai oleh-oleh dan mempersilakan Tsurufuji san untuk memilih salah satu yang disukai. Tiba-tiba muncul Tahara san dari pintu lobby dengan nafas terengah-engah. Beliau langsung protes kepada saya karena jarak dari stasiun ke hotel sangat jauh hahahha. Tahara san membawa banyak oleh-oleh untuk saya, saya senang sekali 😁.

Kami naik taksi dari hotel menuju ke taman Zouheikyoku di Temma Kita-ku. Di pintu gerbang taman antrian sudah sangat panjang. Kami berjalan menuju gerbang taman sesuai arahan pak polisi. Ramai sekali pengunjung yang datang. Pada musim semi taman ini dibuka selama 1 minggu pada pertengahan April. Beberapa larangan selama berada di taman ini adalah; kita tidak diperbolehkan untuk makan dan minum, dilarang merokok, dilarang melewati area yang dibatasi oleh tali, dilarang membawa hewan peliharaan, dan dilarang membawa sepeda atau sepeda motor ke dalam taman. Tidak tersedia tempat parkir, jadi kita sebaiknya menggunakan kendaraan umum saat datang ke tempat ini.
Pintu masuk taman Zouheikyoku

Hanami in osaka
Pak Polisi sedang mengatur pengunjung
Terdapat sekitar 350 pohon sakura dengan 134 jenis yang bisa kita nikmati di jalur sepanjang 560 meter dari pintu selatan hingga pintu utara. Meski sangat ramai, para pengunjung sangat tertib mengikuti arahan pak polisi. Bunga sakura di taman ini memang sangat cantik hampir menyerupai bunga mawar. Saya bahkan melihatnya seperti bulu domba yang sedang menempel di ranting pohon hahaha. Saya merasa beruntung bisa berkunjung ke taman ini. Jenis-jenis sakuranya bisa dilihat di link berikut http://www.mint.go.jp/enjoy-eng/sakura-eng/eng-chart-cherry.html.
Best Smile
variety of sakura
Beberapa verietas bunga Sakura
green sakura
Ada yang warna hijau juga 😍
Shidarezakura
hanami 2017
Love this place
Banyaknya varietas bunga sakura di sini membuat saya terkagum-kagum. Mendekati pintu keluar, hujan mulai gerimis. Kami bergegas meninggalkan Zouheikyoku dan mampir untuk makan siang di sebuah restoran bernama Yayoiken. Selesai makan siang, hujan masih gerimis hingga kami pun memutuskan untuk naik taksi ke Kastil Osaka.
Foto bersama di jalan masuk gerbang Otemon Kastil Osaka

Otemon gate
Otemon Gate
Kami masuk melalui Otemon Gate. Pohon sakura berukuran besar menyambut kami begitu memasuki gerbang Otemon. Kompleks Kastil Osaka ini sangat luas. Tamannya sangat asri dan cantik.Saya sangat suka suasananya. Wisatawan yang berkunjung sangat banyak. Saya juga melihat beberapa rombongan turis Indonesia.
Taman yang asri dan apik
Saya tidak sabar ingin melihat Kastil Osaka sehingga kami langsung menuju ke halaman bagian dalam. Saat memasuki halaman kastil, si kakak melihat ada yang menjual ice cream matcha. Lagi-lagi dia heboh pengen beli ice cream itu, jadi ya saya beli saja ice cream seharga 350 yen tersebut. Kini Kastil Osaka sudah tepat dihadapan saya. Tanpa menunggu lama, langsung saja saya memotret kemegahan Kastil Osaka ini. 
Istana Osaka
Osaka Castle
Mulutnya masih belepotan ice cream matcha 😂
Sayang sekali kami tidak jadi masuk ke dalam kastil karena antrian di loket tiket sangat panjang sekali. Saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Umeda Sky Building saja. Akhirnya kami berjalan menuju stasiun terdekat melalui Yamazatomon Gate di bagian belakang kastil. Keluar dari Yamazatomon Gate, kita bisa melihat Uchibori (parit bagian dalam). Terdapat kapal wisata Gozabune Boat yang mengitari Uchibori ini.
Osaka castle gate
Yamazatomon Gate
Osaka Castle inner moat
Uchibori
Setelah dari Yamazatomon Gate, kami pun melewati Osaka Castle Hall menuju stasiun Osakajokoen. Saya sempat bercanda dengan Tahara san dan Tsurufuji san bahwa mungkin pada saat perang dulu banyak prajurit yang mati bukan disebabkan karena bertarung tapi karena kelelahan. Tahara san lalu bertanya kenapa bisa begitu? saya spontan menjawab sebab baru berjalan melewati halaman kastil ini saja saya sudah hampir mati lemas dan kehabisan nafas. Tahara san tertawa mendengar jawaban saya hahahha. Kenyataannya halaman kastil ini memang sangat luas.

Kami pun naik kereta JR rapid menuju ke stasiun Osaka, lalu berjalan kaki menuju Umeda Sky Building. Lagi-lagi dilema melanda karena Umeda Sky Building sudah kelihatan tapi ternyata untuk sampai kesana kami harus berjalan cukup jauh. Kalau naik taksi mungkin supirnya menolak karena terlalu dekat. Akhirnya dengan sisa tenaga kami pun berjalan kaki ke Umeda Sky Building. Agar tidak terasa pegalnya, kami sesekali bersenda gurai dan tertawa. 
Miniatur Umeda Sky Building
Tiba di Umeda Sky Building kami lalu mencari lift untuk naik ke lantai atas yaitu lantai 35. Dari lantai 35 kami naik mid-air escalator ke lantai 39 untuk menuju  Floating Garden Observatory.  Di lantai ini terdapat restoran dan toko oleh-oleh Shop Sky 39.
Penampakan Mid-air Escalator dari luar.
Umeda Sky Building
Mid-air escalator
Kami naik satu lantai lagi ke lantai 40 dengan eskalator biasa. Dari lantai ini kita bisa lihat kota Osaka dengan jelas serta tersedia banyak tempat duduk untuk bersantai menikmati pemandangan kota. Lalu kami naik lagi ke Roof Top untuk menikmati udara terbuka. Disini terdapat Heart Lock Fence alias pagar gembok cinta, gemboknya bisa dibeli di lantai 40 tadi. Pemandangan dari atap ini tidak kalah keren. Saya berkesempatan memotret beberapa foto.
Umeda sky building
Kota Osaka dari Floating Garden Observatory
Kota Osaka dan Sungai Yodo dari Roof Top Umeda Sky Building

Umeda Sky building
Roof Top Umeda Sky Building
Umeda sky building
Heart Lock Fence
Umeda ky Building ini buka dari jam 10:00 - 22:30. Biaya masuk untuk dewasa 1000 yen, siswa SMP dan SMA 700 yen, SD 500 yen, anak-anak 4 - 6 tahun 200 yen, lansia di atas 65 tahun 800 yen. Biaya parkir 400 yen/jam. Saya sempat mampir di lantai 39 untuk membeli oleh-oleh sapu tangan seharga 360 yen. Setelah itu kami pun meninggalkan Umeda Sky Building untuk jalan-jalan di sekitar Stasiun Osaka. Saya mampir membeli oleh-oleh buat suami di Yodobashi camera mall. Karena saya bawa paspor, saya dapat harga tax free hehehe. 


Setelah itu kami berkeliling di kawasan Umeda seperti Umeda Hankyu Main Store dan  Hanshin Department store. Setelah puas berkeliling kami pun menuju ke tempat kami janjian untuk makan malam yang telah dipesan sebelumnya oleh Furuya san. Restorannya bernama Ganko yang terletak tak jauh dari Stasiun Umeda Hankyu. Kami tiba lebih awal di restoran dan disambut oleh seorang pria yang mirip sekali dengan Furuya san, ternyata beliau adalah adik dari Furuya san yang bekerja di restoran tersebut😁.  Beliau kemudian mempersilakan kami untuk memasuki sebuah ruangan. 

Setelah Furuya san tiba kaami pun makan malam. Segala menu makanan dipesan oleh mereka untuk menjamu kami. Saya jadi bingung mau makan yang mana. Saya pesan ayam karaage untuk si Alban soalnya takut dia tidak bisa makan sushi. Karena tidak ada menu nasi, kami pun pesan kentang goreng. Malam itu saya pertama kali mencoba makan sushi, dan rasanya lumayan enak walau terasa agak aneh di lidah karena saya belum terbiasa. Malam itu kami habiskan dengan canda tawa dan obrolan ringan. Saya jadi rindu masa lalu. 
Semoga bisa bertemu lagi
Selfie di depan Restoran Ganko
Kami berfoto ria sebelum pulang ke tempat masing-masing. Furuya san mengantar kami sampai ke hotel. Saya memberikan salam perpisahan sebelum beliau pergi. Terima kasih kepada semuanya. Malam ini saya tidur sambil tersenyum.

Bagi teman-teman yang suka artikel-artikel saya jangan lupa kasih komentar ya.

Friday, July 14, 2017

Liburan Hari Kedelapan: Indahnya Hanami di Utsubo Park Osaka

Meninggalkan Oak Hostel Nara, perjalanan kami berlanjut ke Osaka. Kami naik kereta Kintetsu Line dari Nara ke Hommachi transit di Ikoma harga tiketnya 810 yen. Untuk menuju ke arah hotel, kami harus melalui pintu keluar nomor 28, dan untuk menuju pintu keluar kami harus berjalan cukup jauh. Tiba di pintu keluar saya ikuti arah di peta dan tinggal berjalan lurus ke arah hotel. Namun ternyata jarak dari stasiun ke hotel cukup jauh, apalagi dengan acara geret-geret koper itu "SESUATU" sekali hahaha. Kalau tahu akan sejauh itu saya pasti sudah naik taksi.

Saya memesan kamar di City Route Hotel ini untuk dua malam. Resepsionisnya cukup ramah dan fasih berbahasa Inggris. Kami tidak diperbolehkan untuk check-in lebih awal karena masih jam 12 jadi kami hanya check-in untuk menitipkan barang lalu pergi jalan-jalan ke taman Utsubo hingga jam 2 siang. Sebelum ke taman kami memutuskan untuk makan siang di restoran hotel karena tidak tahu tempat makan disekitar hotel. Restorannya ada di lantai dua, ada tangga naik dari depan hotel. Selesai makan, kami pun berjalan ke arah taman yang tak jauh dari hotel. 

Taman Utsubo cukup rindang dan ada taman bermain untuk anak. Alban senang banget bisa bermain sepuasnya. Ada banyak bangku untuk duduk dan bersantai, sehingga kami tidak jenuh menghabiskan waktu di taman ini. Sementara saya dan Alban asik bermain, si kakak duduk santai dan mengerjakan tugas kuliahnya. Ada banyak orang tua yang sedang menemani anaknya bermain.
Playing in utsubo park
Senangnyaaa :)
Kami berjalan ke sisi lain taman dan wow ada baaanyaak sekali bunga sakura. Wah saya jadi semangat untuk foto-foto. Banyak sekali keluarga dan remaja yang sedang berpiknik di taman ini. Mereka menggelar tikar di bawah rindangnya pohon sakura. Beberapa remaja sedang asik bermain kejar-kejaran di tengah lapangan sambil sesekali tertawa. Saya sangat suka pemandangan di taman ini. 
Hanami Utsubo park Osaka
Cantiknya sakura di Taman Utsubo
Sakura Hanami Utsubo Park Osaka
Menikmati hanami di Utsubo Park
Hanami April 2017 osaka
Alban pun menikmati hanami
Hanami osaka 2017
Kakak masih sibuk sama tugas kuliahnya :)
Puas bersantai di taman, kami pun kembali ke hotel untuk istirahat. Ada Seven Eleven di samping hotel, kami mampir untuk membeli cemilan dan air minum kemasan 2liter karena harganya jauh lebih murah hanya 108yen sudah termasuk pajak. Murah, kan? 

Malam harinya saya dan si kakak sibuk mencari tempat makan disekitar hotel melalui google maps. Dan bingo! Saya berhasil menemukan sebuah restoran  Izakaya yang menyediakan menu takoyaki. Awalnya saya sempat khawatir kalau takoyakinya menggunakan babi, namun si penjual menyakinkan saya bahwa takoyaki nya tidak menggunakan daging babi tapi daging gurita. Saya senang sekali akhirnya bisa makan takoyaki yang merupakan makanan khas Osaka. Mungkin lebih tepatnya cemilan hehehe. Satu porsi takoyaki sudah cukup membuat saya kenyang. 

Si kakak memesan yakisoba (mie goreng) yang juga sangat lezat. Saya pernah membaca bahwa Izakaya merupakan tempat makan para karyawan kantor. Tak heran jika di bagian dalam restoran sangat ramai dan berisik.  Karena di dalam sudah penuh maka kami dipersilakan duduk di meja paling depan dekat si koki. Saya bisa melihat dengan jelas betapa cekatannya si koki membuat takoyaki. Si kakak bahkan memesan satu porsi takoyaki untuk dibawa pulang ke hotel. 

Awal yang menyenangkan di Osaka. Disambut oleh taman yang rindang dan indah serta makanan yang lezat. It's perfect!! I love Osaka.

Tuesday, July 11, 2017

Liburan Jepang Hari Ketujuh: Matsusaka Castle Ruins dan Nara Park

Dari Nagoya, perjalanan berlanjut ke Matsusaka untuk berjumpa dan makan malam dengan para mantan Manager di perusahaan dulu. Saya sangat bahagia bisa berjumpa dengan mereka dan bernostalgia ke masa kerja dulu. Di Matsusaka kami menginap di Hotel Ace Inn Matsusaka. Resepsionisnya ramah dan fasilitasnya lumayan lengkap meski kamarnya kecil sekali (buat naruh koper aja susah hahaha). Ada coin laundry juga yang sukses membuat saya begadang hingga jam 2 pagi 😅😅.
Dinner in matsusaka
Makan malam bersama para Manager di restoran Yajirobe Matsusaka
Pukul 10 pagi kami sudah check out dan dijemput oleh Kanetani san untuk jalan-jalan di Matsusaka Castle Ruins. Walau mata masih ngantuk tapi saya tetap semangat jalan-jalan hari ini karena bersama Kanetani san. Beliau adalah motivasi terbesar saya mengunjungi Jepang. Panjang lebar jika saya harus menceritakan tentang beliau di blog ini, jadi intinya "He means everything to me" lah pokoknya hahaha.

Oke lanjut, setelah menunggu beberapa menit di lobby Hotel, saya pun berjalan keluar dan berselfie ria di depan Hotel. Beberapa orang kakek yang lalu lalang di depan Hotel memandang saya dengan tatapan aneh hahahha... maklumlah kek beginilah tingkah orang Indonesia kalo sudah masuk urusan selfie hahhaa... Tak lama kemudian Kanetani san pun datang dan ikut senyam senyum melihat saya hehehe. Setelah meletakan bagasi di mobil, kami pun meluncur ke Matsusaka Castle Ruins. Kata Kanetani san kastil ini sudah tinggal reruntuhannya saja akibat kebakaran. Tapi masih ada rumah Samurai dan asrama prajurit samurainya. Ternyata samurai punya prajurit juga hehehe.
Matsusaka Castle ruins hanami 2017
Matsusaka Castle Ruins

Samurai House
Inilah rumah Samurainya

Begitu memasuki gerbang kastil mata saya terkagum-kagum dengan deretan pohon sakura yang menawan. waaah saya memang beruntung masih bertemu sakura sebanyak ini padahal sudah tanggal 13 April. Saat angin bertiup kencang, kelopak bunga sakura berguguran dan itu sangat indah. Saya pun  kalap dan mulai jepret sana jepret sini. Kanetani san mengajak Alban naik ke atas kastil sedangkan saya dan si kakak sibuk berselfie ria di halaman kastil.
Hanami Matsusaka 2017
Pada sibuk sendiri hehee
sakura in matsusaka hanami 2017
Cantik kan sakuranya?
Setelah puas foto-foto di halaman kastil, kami pun turun mengunjungi rumah seorang Samurai di bagian samping dan asrama para prajurit samurai tersebut yang sebagian masih di tempati oleh anak cucu mereka. Kami sempat mengunjungi salah satu rumah di asrama tersebut dan mereka menyambut kami dengan ramah. Rumahnya masih bergaya tradisional Jepang bahkan sampai peralatan dapurnya. Sayangnya saya tidak sempat memotret suasana di dalam rumah.

Selesai berkeliling, saya meminta ijin kepada Kanetani san untuk mampir ke rumah beliau dan beliau pun dengan senang hati mengajak kami ke rumahnya. Letaknya tidak begitu jauh dari kastil dan kami melewati lahan pertanian yang begitu luas. Saya sangat kagum melihatnya. Tidak ada siapa-siapa di rumah karena ibu sedang check up di Osaka. Jadi kami hanya beristirahat dan mengobrol sejenak.

Sebelum berangkat ke Nara, kami mampir makan siang di KFC sekalian nyobain KFC ala Jepang dan ternyata sama saja rasanya hahhaha. Karena sudah siang, kami pun bergegas ke Nara. Dengan mobil Kanetani san, kami melewati jalan tol menuju Nara. Mobil Kanetani san tidak berhenti dan terdengar bunyi beep saat melewati gerbang tol, canggih bener memang Jepang sudah pakai sensor semua, keren.Sepanjang perjalanan si kakak yang di kursi depan sudah pulas, sedangkan saya berusaha untuk tidak tidur dan sesekali mengobrol dengan Kanetani san. 

Setelah hampir 2 jam perjalanan dari Matsusaka, kami pun tiba di Nara. Tidak sulit mencari Oak Hostel Nara karena letaknya yang tak jauh dari Stasiun Kintetsu Nara. Setelah check in, kami pun berjalan kaki ke Stasiun Kintetsu untuk mengecek jadwal keberangkatan esok hari ke osaka. Kanetani san mengajari saya membaca rute dan jadwal kereta bahkan mengajari saya cara membeli tiket ke Osaka untuk rute transit. Di depan stasiun, ada acara promosi yang menampilkan maskot kota Nara yaitu boneka Rusa sehingga si Alban girang banget di ajak foto sama boneka rusa. Kami juga dikasih tisu wajah dan tisu basah sebagai promosi hehehe alhamdulillah😊.
Nara kintetsu stasiun
Si Alban girang lihat maskotnya
Setelah itu kami berjalan kaki ke Nara park dan Kofuku-ji yang ternyata sangat dekat dengan Stasiun Kintetsu. Maklumlah, karena sebelumnya tidak berencana ke Nara, saya jadi tidak tahu destinasi wisata di Nara secara lengkap.
Akrabnyaaa...
Di Nara Park banyak rusa-rusa jinak, saya tadinya agak takut mendekat tapi lama-lama asik juga main sama mereka. Kata Kanetani san tanduk rusanya baru dipotong tahun ini karena pada tahun kemarin masih banyak rusa yang bertanduk. Karena takut membahayakan wisatawan yang semakin banyak berdatangan, akhirnya tanduk-tanduk mereka dipotong. Kanetani san membeli beberapa bungkus makanan rusa yang di jual di sepanjang jalan menuju taman. Pohon sakura disini tidak terlalu banyak, ada yang sudah mulai rontok dan keluar daun mudanya. 
nara park
Taman sakura dekat Kofuku-ji

nara deer
Nara Park

Nara deer
si Alban girang ketemu rusa

Makan yang banyak ya, rusa...

Setelah puas bermain dengan rusa, kami pun berjalan menuju Kofuku-ji Temple disebelah Nara Park. Area kuil ini dipenuhi rombongan anak SMP yang sedang tour. Saya tertarik untuk memotret Five Storied Pagoda di Kofuku-ji Temple ini, cantik sekali. Si Alban sibuk sama kakeknya sedangkan kakak Shinji sibuk berfoto sama bule yang pakai pakaian tradisional Jepang dan segerombolan anak SMP yang super heboh hahhaha. Saya pikir anak-anak sekolah di Jepang itu kalem-kalem ternyata sama saja dengan kita, pecicilan juga hahha. Mereka main kejar-kejaran di halaman kuil sambil tertawa cekikikan. 
kofuku-ji temple
Kofuku-ji Five Storied Pagoda

Kakak Shnji ketemu bule pakai kimono hehehe

Kofuku-ji student tour
Beginilah kalau ABG ketemu genknya hahaaha
Tak jauh dari area kuil, terdapat  Sarusawa-ike (Sarusawa Pond) sebuah kolam yang cantik. Kami duduk santai sejenak menikmati tenangnya air kolam. Karena hari mulai senja, kami pun kembali ke arah Stasiun Kintetsu menyusuri  Sanjo-dori. Ada banyak toko oleh-oleh dan tempat makan di sepanjang Sanjo-dori. Saya sempat mampir membeli patung rusa kecil (saya lupa harganya heheh). Kami lalu berbelok ke Higashimuki Shopping Street yang dipenuhi drugstore, supermarket dan restoran. Bingung juga memilih tempat makan karena banyak yang mengantri. Akhirnya ketemu juga tempat makan yang sesuai selera bersama.
sarusawa ike in nara
Sarusawa-Ike

Toko oleh-oleh di sepanjang Sanjo-dori

higashimuki shopping street nara
Higashimuki Shopping
Setelah mengantar kami kembali ke hostel, Kanetani san pun kembali ke Matsusaka. Kami pun memutuskan untuk kembali ke Higashimuki setelah mandi dan beristirahat sejenak di Hostel. Saat kami kembali ternyata banyak toko yang sudah mulai tutup. Saya keluar masuk drugstore untuk mencari popok Alban. Tapi dari semua drugstore hanya satu toko yang menjual popok berbagai merek. Dan kebetulan ada merek popok yang di pakai si Alban namun hanya tersedia dalam kemasan besar. Tidak ada kemasan ekonomis yang isi 8pcs atau 20pcs. Akhirnya dengan perasaan cemas saya masuk ke Lawson, tidak ada juga ternyata. Makin depresi saya karena tidak memperhatikan hal sepele seperti ini.  Akhirnya ketemu di Seven Eleven dekat gang menuju hostel, lega rasanya. Ketemu yang kemasan ekonomis dan saya pun membeli secukupnya lalu kembali ke hostel.

Oak Hostel Nara sangat nyaman kamarnya luas dan fasilitasnya lengkap. Bersih sekali, namun saya tidak begitu suka bau toiletnya. Tapi tak masalah karena yang penting kami bisa beristirahat dengan tenang. Keesokan harinya kami sempatkan sarapan di hostel sebelum check out. Kami hanya membayar untuk rotinya saja, sedangkan kopi atau tehnya tersedia gratis. Air minum dingin dan panas juga tersedia dengan gratis. Setelah Sarapan, kami pun bersiap menuju osaka.