Translate

Wednesday, July 19, 2017

Liburan Hari Kesepuluh: Petualangan seru di Sumiyoshi Taisha, Osaka Kaiyukan, Dotonburi dan Shinsaibashi

Hari ini saya janjian dengan teman Facebook saya Taro san jam 10 pagi di lobby hotel. Pukul 10:04 am saya menanyakan kepada Taro san apakah beliau sudah tiba dan jawabnya sudah tiba dari 20 menit yang lalu hahaha. Saya panik langsung buru-buru turun ke lobby. Ternyata beliau sedang duduk merokok di ruangan merokok, ooowaalah😁. Saya baru pertama kali bertemu langsung dengan beliau dan memang sama persis seperti di foto FB hahaha. Karena hari itu kami sudah harus check out dari hotel, jadi saya ingin check out lebih awal dan menitipkan koper di hotel. Tapi Taro san bilang kopernya simpan di bagasi mobilnya saja, jadi beliau nanti langsung mengantar kami ke terminal bus Willer. Saya memang akan naik bus malam Willer Express ke Chiba nanti malam. 

Kami pun berangkat menuju Sumiyoshi Taisha, sebuah kuil Shinto yang sangat terkenal di Osaka. Sepanjang perjalanan kami mengobrol dan bercanda. Lalu Taro memperlihatkan kawasan para Yakuza yang baru kami lewati, serem ah kalau dengar Yakuza. Akhirnya kami pun tiba di Sumiyoshi Taisha. Dari tempat parkir kami berjalan ke arah utara menuju jembatan lengkung  merah Soribashi atau yang juga dikenal dengan nama Taiko Bashi karena menjadi spot foto favorit para wisatawan. Kami pun tak ingin ketinggalan berfoto disini. 
Ada sekitar 600 lentera batu seperti ini dikawasan Kuil Agung Sumiyoshi
Selfie di depan Soribashi
Sumiyoshi taisha soribashi
Jembatan lengkung Soribashi
Setelah menyebrangi Soribashi, kami berfoto di depan gerbang masuk Sumiyoshi Taisha. Memasuki kawasan kuil, pengunjung sangat ramai. Si kakak tertarik dengan tempat meramal nasib. Akhirnya dia mengambil satu dan membacanya. Karena tidak bisa baca kanji akhirnya Taro san yang mengartikan hahaha. Isi ramalan intinya pada hari itu si kakak tidak begitu baik jadi harus membunyikan bel hahaha. Setelah itu kertas ramalan di ikat disebuah dinding yang telah disediakan. 
Sumiyoshi Taisha enterance gate
Gerbang bagian dalam Sumiyoshi Taisha
Tempat Omikuji
Kakak Shinji mengikat kertas ramalannya heheh
Kami pun lanjut berkeliling di dalam kawasan kuil. Dan hei saya ketemu pasangan pengantin! Rupanya ada upacara pernikahan tradisional Jepang, saya diam-diam memotret upacara tersebut. Kapan lagi ketemu acara seperti ini hehehe. Kawasan kuil ini sangat luas, maklumlah namanya juga Kuil Agung yang juga merupakan kuil shinto utama di Osaka. Ada sekitar 6 kuil di dalam kawasan Sumiyoshi Taisha ini.  Informasi tentang kuil-kuil tersebut bisa dilihat disini.
Sumiyoshi Taisha
Sumiyoshi Taisha
Maaf saya lupa nama tempat ini
Sumiyoshi taisha nankun shrine
Nankun Shrine
Sumiyoshi Taisha wedding ceremony
Japanese Traditional Wedding Ceremony
Setelah berkeliling, kami pun kembali ke tempat parkir. Namun sebelum pulang kami sempatkan berfoto dengan latar Soribashi. Sekaligus melihat ikan-ikan koi yang berukuran cukup besar di dalam kolam. Cuaca saat itu agak panas jadi tidak masalah melepas jaket. 
taiko bashi
Soribashi atau Taiko bashi
Ikan koi di dalam kolam Sumiyoshi Taisha
Salah satu sahabat terbaik saya dari Osaka
Kami meninggalkan Sumiyoshi Taisha untuk makan siang di sebuah restoran Okonomiyaki bernama Juujuu Umeeya di Shin-Naniwa Suji daerah Suminoe. Kakak Shinji masih penasaran dengan yakisoba jadi dia pesan Yakisoba. Saya pesan Okonomiyaki karena penasaran dengan rasa aslinya. Saya pernah makan sebelumnya di foodcourt Mall Artha Gading tapi rasanya kurang enak. Ternyata rasa okonomiyaki disini sangat enak sekali. Taro san juga pesan Okonomiyaki. Kakak Shinji berbagi yakisobanya dengan Alban. Karena tidak ada saus sambal si kakak menaburkan bubuk cabai yang tersedia di meja. Taro san melotot melihat si kakak menaburkan banyak sekali bubuk cabai. Saya dan si kakak tertawa melihat ekspresinya. Orang Jepang memang tidak terlalu suka makanan pedas.
Makan siang di Juujuu Umeeya
Setelah makan siang, kami melanjutkan perjalanan ke Aquarium Kaiyukan. Aquarium ini menghadap langsung ke teluk Osaka dan berada persis disebelah Tempozan Ferris Wheel. Tiket masuk ke Aquarium Kaiyukan bervariasi tergantung usia. Untuk usia diatas 60 tahun sebesar 2000 yen, usia 16 tahun keatas sebesar 2300 yen, 7-15 tahun sebesar 1200 yen, 4-6 tahun 600 yen, usia 3 tahun kebawah gratis. Kami membeli tiket untuk 3 orang dewasa saja karena Alban baru berusia 3 tahun.
Tempozan Ferris Wheel terlihat dari Aquarium Kaiyukan

Kaiyukan
Loket tiket Aquarium Kaiyukan
Aquarium ini merupakan salah satu aquarium terbesar di dunia. Terdapat lebih dari 15 tangki besar yang mana disetiap tangki menampilkan sebuah wilayah tertentu dari samudera Pasifik. Tangki utama yaitu "Pacific Ocean" dengan kedalaman 9 meter dan panjang 34 meter, berisi 5400 ton air yang merupakan tempat bagi ikan hiu dan berbagai ikan besar lainnya. Ada juga "Japan Forest" yang menampilkan cantiknya hutan Jepang yang disinari matahari dan merupakan habitat bagi berang-berang, salamander raksasa, dll.

Osaka Kaiyukan
Kami disambut oleh sekumpulan ikan-ikan cantik
Berang-berang di Japan Forest
kaiyukan
Petugas sedang memberi makan ikan-ikan di tangki utama
Di tangki "Antartica" terdapat Adelie Penguin, Gentoo Penguin, King Penguin, dll. Cukup lama kami berkeliling menikmati isi aquarium ini. Koleksi hewan laut di Aquarium ini cukup lengkap diantaranya Ikan hiu, lumba-lumba, ubur-ubur, berang-berang, cumi-cumi, gurita, singa laut, pinguin, berbagai jenis ikan karang, kepiting, kura-kura dan masih banyak lagi. 
Gentoo Penguin di tangki Antartica
Osaka Kaiyukan
Brown Jellyfish
Kaiyukan
Cumi-cumi yang berukuran besar
Kakak Shinji dan Alban menyempatkan berfoto di beberapa Photobooth yang tersedia. Kami juga sempat membeli 2 ice cream matcha seharga 760 yen di Sea Saw Drink Stand sebelum keluar dari Aquarium. Kami pun keluar dari Aquarium, Taro san dan Kakak Shinji menonton atraksi di halaman Kaiyukan. Saya dan Alban duduk di kursi sambil makan ice cream di tengah teriknya matahari Osaka, hmmm yummy!
Jadi rebutan foto sama nemo
Hasil foto diam-diam hehe

Selfie sama Hiu aahh...

hmmm
Selanjutnya kami menuju ke Dotonburi dan Shinsaibashi. Hari sudah agak sore ketika kami tiba di Shinsaibashi. Taro san kemudian mencari tempat parkir. Setelah parkir di salah satu tempat parkir di Nishishinsaibashi, kami pun berjalan kaki menuju Shinsaibashi melewati Apa Hotel Namba Shinsaibashi. Kami pun berkeliling Shinsaibashi, Ebisubashi-suji, lalu masuk ke Namba Walk Shopping Mall. Kakak Shinji mampir membeli sebuah baju di Uniqlo Namba Walk yang sedang sale. Kami mampir di Sukiya untuk makan malam.
Ebisu-Bashi-Suji
Dotonburi
Berfoto di Dotonburi sebelum pulang
Ramainya Shisaibashi-Suji
Setelah puas berkeliling hingga jam 8 malam di Dotonburi, kami pun kembali ke Shinsaibashi untuk pulang. Taro san mengantar kami ke Terminal Bus Willer Express di Umeda. Syukurlah kami tiba tepat waktu di terminal. Dan menunggu di ruang tunggu yang telah disediakan. Malam ini kami menuju ke Chiba untuk bertemu Takeshi san.

Selamat tinggal Osaka, sampai jumpa lagi lain waktu.

Tuesday, July 18, 2017

Liburan Jepang Hari kesembilan: Indahnya taman Osaka Zouheikyoku, Osaka Castle, Umeda Sky Building

Hari ini kami berencana untuk melihat bunga sakura di taman Zouheikyoku, berkunjung ke Osaka Castle, dan Umeda Sky Building. Sebenarnya saya ingin ke Tsutenkaku Tower tapi karena lokasi makan malam nanti akan lebih dekat dari Umeda Sky Building, maka acara ke Tsutenkaku saya batalkan. 

Tepat jam 10 pagi, saya sudah bersiap untuk turun ke lobby hotel dan menunggu kedatangan Tsurufuji san dan Tahara san. Saya kangen sekali dengan mereka. sudah lama sekali tidak bertemu. Tak lama kemudian Tsurufuji-san muncul dari pintu lobby. Tampak sedang membaca pesan teks di HPnya. Saya menyapa beliau dengan gembira. Tsurufuji san mengatakan bahwa Tahara san sedang berjalan menuju ke hotel ini. Kami pun duduk menunggu Tahara san di lobby hotel. Saya mengeluarkan beberapa gantungan kunci sebagai oleh-oleh dan mempersilakan Tsurufuji san untuk memilih salah satu yang disukai. Tiba-tiba muncul Tahara san dari pintu lobby dengan nafas terengah-engah. Beliau langsung protes kepada saya karena jarak dari stasiun ke hotel sangat jauh hahahha. Tahara san membawa banyak oleh-oleh untuk saya, saya senang sekali 😁.

Kami naik taksi dari hotel menuju ke taman Zouheikyoku di Temma Kita-ku. Di pintu gerbang taman antrian sudah sangat panjang. Kami berjalan menuju gerbang taman sesuai arahan pak polisi. Ramai sekali pengunjung yang datang. Pada musim semi taman ini dibuka selama 1 minggu pada pertengahan April. Beberapa larangan selama berada di taman ini adalah; kita tidak diperbolehkan untuk makan dan minum, dilarang merokok, dilarang melewati area yang dibatasi oleh tali, dilarang membawa hewan peliharaan, dan dilarang membawa sepeda atau sepeda motor ke dalam taman. Tidak tersedia tempat parkir, jadi kita sebaiknya menggunakan kendaraan umum saat datang ke tempat ini.
Pintu masuk taman Zouheikyoku

Hanami in osaka
Pak Polisi sedang mengatur pengunjung
Terdapat sekitar 350 pohon sakura dengan 134 jenis yang bisa kita nikmati di jalur sepanjang 560 meter dari pintu selatan hingga pintu utara. Meski sangat ramai, para pengunjung sangat tertib mengikuti arahan pak polisi. Bunga sakura di taman ini memang sangat cantik hampir menyerupai bunga mawar. Saya bahkan melihatnya seperti bulu domba yang sedang menempel di ranting pohon hahaha. Saya merasa beruntung bisa berkunjung ke taman ini. Jenis-jenis sakuranya bisa dilihat di link berikut http://www.mint.go.jp/enjoy-eng/sakura-eng/eng-chart-cherry.html.
Best Smile
variety of sakura
Beberapa verietas bunga Sakura
green sakura
Ada yang warna hijau juga 😍
Shidarezakura
hanami 2017
Love this place
Banyaknya varietas bunga sakura di sini membuat saya terkagum-kagum. Mendekati pintu keluar, hujan mulai gerimis. Kami bergegas meninggalkan Zouheikyoku dan mampir untuk makan siang di sebuah restoran bernama Yayoiken. Selesai makan siang, hujan masih gerimis hingga kami pun memutuskan untuk naik taksi ke Kastil Osaka.
Foto bersama di jalan masuk gerbang Otemon Kastil Osaka

Otemon gate
Otemon Gate
Kami masuk melalui Otemon Gate. Pohon sakura berukuran besar menyambut kami begitu memasuki gerbang Otemon. Kompleks Kastil Osaka ini sangat luas. Tamannya sangat asri dan cantik.Saya sangat suka suasananya. Wisatawan yang berkunjung sangat banyak. Saya juga melihat beberapa rombongan turis Indonesia.
Taman yang asri dan apik
Saya tidak sabar ingin melihat Kastil Osaka sehingga kami langsung menuju ke halaman bagian dalam. Saat memasuki halaman kastil, si kakak melihat ada yang menjual ice cream matcha. Lagi-lagi dia heboh pengen beli ice cream itu, jadi ya saya beli saja ice cream seharga 350 yen tersebut. Kini Kastil Osaka sudah tepat dihadapan saya. Tanpa menunggu lama, langsung saja saya memotret kemegahan Kastil Osaka ini. 
Istana Osaka
Osaka Castle
Mulutnya masih belepotan ice cream matcha 😂
Sayang sekali kami tidak jadi masuk ke dalam kastil karena antrian di loket tiket sangat panjang sekali. Saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Umeda Sky Building saja. Akhirnya kami berjalan menuju stasiun terdekat melalui Yamazatomon Gate di bagian belakang kastil. Keluar dari Yamazatomon Gate, kita bisa melihat Uchibori (parit bagian dalam). Terdapat kapal wisata Gozabune Boat yang mengitari Uchibori ini.
Osaka castle gate
Yamazatomon Gate
Osaka Castle inner moat
Uchibori
Setelah dari Yamazatomon Gate, kami pun melewati Osaka Castle Hall menuju stasiun Osakajokoen. Saya sempat bercanda dengan Tahara san dan Tsurufuji san bahwa mungkin pada saat perang dulu banyak prajurit yang mati bukan disebabkan karena bertarung tapi karena kelelahan. Tahara san lalu bertanya kenapa bisa begitu? saya spontan menjawab sebab baru berjalan melewati halaman kastil ini saja saya sudah hampir mati lemas dan kehabisan nafas. Tahara san tertawa mendengar jawaban saya hahahha. Kenyataannya halaman kastil ini memang sangat luas.

Kami pun naik kereta JR rapid menuju ke stasiun Osaka, lalu berjalan kaki menuju Umeda Sky Building. Lagi-lagi dilema melanda karena Umeda Sky Building sudah kelihatan tapi ternyata untuk sampai kesana kami harus berjalan cukup jauh. Kalau naik taksi mungkin supirnya menolak karena terlalu dekat. Akhirnya dengan sisa tenaga kami pun berjalan kaki ke Umeda Sky Building. Agar tidak terasa pegalnya, kami sesekali bersenda gurai dan tertawa. 
Miniatur Umeda Sky Building
Tiba di Umeda Sky Building kami lalu mencari lift untuk naik ke lantai atas yaitu lantai 35. Dari lantai 35 kami naik mid-air escalator ke lantai 39 untuk menuju  Floating Garden Observatory.  Di lantai ini terdapat restoran dan toko oleh-oleh Shop Sky 39.
Penampakan Mid-air Escalator dari luar.
Umeda Sky Building
Mid-air escalator
Kami naik satu lantai lagi ke lantai 40 dengan eskalator biasa. Dari lantai ini kita bisa lihat kota Osaka dengan jelas serta tersedia banyak tempat duduk untuk bersantai menikmati pemandangan kota. Lalu kami naik lagi ke Roof Top untuk menikmati udara terbuka. Disini terdapat Heart Lock Fence alias pagar gembok cinta, gemboknya bisa dibeli di lantai 40 tadi. Pemandangan dari atap ini tidak kalah keren. Saya berkesempatan memotret beberapa foto.
Umeda sky building
Kota Osaka dari Floating Garden Observatory
Kota Osaka dan Sungai Yodo dari Roof Top Umeda Sky Building

Umeda Sky building
Roof Top Umeda Sky Building
Umeda sky building
Heart Lock Fence
Umeda ky Building ini buka dari jam 10:00 - 22:30. Biaya masuk untuk dewasa 1000 yen, siswa SMP dan SMA 700 yen, SD 500 yen, anak-anak 4 - 6 tahun 200 yen, lansia di atas 65 tahun 800 yen. Biaya parkir 400 yen/jam. Saya sempat mampir di lantai 39 untuk membeli oleh-oleh sapu tangan seharga 360 yen. Setelah itu kami pun meninggalkan Umeda Sky Building untuk jalan-jalan di sekitar Stasiun Osaka. Saya mampir membeli oleh-oleh buat suami di Yodobashi camera mall. Karena saya bawa paspor, saya dapat harga tax free hehehe. 


Setelah itu kami berkeliling di kawasan Umeda seperti Umeda Hankyu Main Store dan  Hanshin Department store. Setelah puas berkeliling kami pun menuju ke tempat kami janjian untuk makan malam yang telah dipesan sebelumnya oleh Furuya san. Restorannya bernama Ganko yang terletak tak jauh dari Stasiun Umeda Hankyu. Kami tiba lebih awal di restoran dan disambut oleh seorang pria yang mirip sekali dengan Furuya san, ternyata beliau adalah adik dari Furuya san yang bekerja di restoran tersebut😁.  Beliau kemudian mempersilakan kami untuk memasuki sebuah ruangan. 

Setelah Furuya san tiba kaami pun makan malam. Segala menu makanan dipesan oleh mereka untuk menjamu kami. Saya jadi bingung mau makan yang mana. Saya pesan ayam karaage untuk si Alban soalnya takut dia tidak bisa makan sushi. Karena tidak ada menu nasi, kami pun pesan kentang goreng. Malam itu saya pertama kali mencoba makan sushi, dan rasanya lumayan enak walau terasa agak aneh di lidah karena saya belum terbiasa. Malam itu kami habiskan dengan canda tawa dan obrolan ringan. Saya jadi rindu masa lalu. 
Semoga bisa bertemu lagi
Selfie di depan Restoran Ganko
Kami berfoto ria sebelum pulang ke tempat masing-masing. Furuya san mengantar kami sampai ke hotel. Saya memberikan salam perpisahan sebelum beliau pergi. Terima kasih kepada semuanya. Malam ini saya tidur sambil tersenyum.

Bagi teman-teman yang suka artikel-artikel saya jangan lupa kasih komentar ya.

Friday, July 14, 2017

Liburan Hari Kedelapan: Indahnya Hanami di Utsubo Park Osaka

Meninggalkan Oak Hostel Nara, perjalanan kami berlanjut ke Osaka. Kami naik kereta Kintetsu Line dari Nara ke Hommachi transit di Ikoma harga tiketnya 810 yen. Untuk menuju ke arah hotel, kami harus melalui pintu keluar nomor 28, dan untuk menuju pintu keluar kami harus berjalan cukup jauh. Tiba di pintu keluar saya ikuti arah di peta dan tinggal berjalan lurus ke arah hotel. Namun ternyata jarak dari stasiun ke hotel cukup jauh, apalagi dengan acara geret-geret koper itu "SESUATU" sekali hahaha. Kalau tahu akan sejauh itu saya pasti sudah naik taksi.

Saya memesan kamar di City Route Hotel ini untuk dua malam. Resepsionisnya cukup ramah dan fasih berbahasa Inggris. Kami tidak diperbolehkan untuk check-in lebih awal karena masih jam 12 jadi kami hanya check-in untuk menitipkan barang lalu pergi jalan-jalan ke taman Utsubo hingga jam 2 siang. Sebelum ke taman kami memutuskan untuk makan siang di restoran hotel karena tidak tahu tempat makan disekitar hotel. Restorannya ada di lantai dua, ada tangga naik dari depan hotel. Selesai makan, kami pun berjalan ke arah taman yang tak jauh dari hotel. 

Taman Utsubo cukup rindang dan ada taman bermain untuk anak. Alban senang banget bisa bermain sepuasnya. Ada banyak bangku untuk duduk dan bersantai, sehingga kami tidak jenuh menghabiskan waktu di taman ini. Sementara saya dan Alban asik bermain, si kakak duduk santai dan mengerjakan tugas kuliahnya. Ada banyak orang tua yang sedang menemani anaknya bermain.
Playing in utsubo park
Senangnyaaa :)
Kami berjalan ke sisi lain taman dan wow ada baaanyaak sekali bunga sakura. Wah saya jadi semangat untuk foto-foto. Banyak sekali keluarga dan remaja yang sedang berpiknik di taman ini. Mereka menggelar tikar di bawah rindangnya pohon sakura. Beberapa remaja sedang asik bermain kejar-kejaran di tengah lapangan sambil sesekali tertawa. Saya sangat suka pemandangan di taman ini. 
Hanami Utsubo park Osaka
Cantiknya sakura di Taman Utsubo
Sakura Hanami Utsubo Park Osaka
Menikmati hanami di Utsubo Park
Hanami April 2017 osaka
Alban pun menikmati hanami
Hanami osaka 2017
Kakak masih sibuk sama tugas kuliahnya :)
Puas bersantai di taman, kami pun kembali ke hotel untuk istirahat. Ada Seven Eleven di samping hotel, kami mampir untuk membeli cemilan dan air minum kemasan 2liter karena harganya jauh lebih murah hanya 108yen sudah termasuk pajak. Murah, kan? 

Malam harinya saya dan si kakak sibuk mencari tempat makan disekitar hotel melalui google maps. Dan bingo! Saya berhasil menemukan sebuah restoran  Izakaya yang menyediakan menu takoyaki. Awalnya saya sempat khawatir kalau takoyakinya menggunakan babi, namun si penjual menyakinkan saya bahwa takoyaki nya tidak menggunakan daging babi tapi daging gurita. Saya senang sekali akhirnya bisa makan takoyaki yang merupakan makanan khas Osaka. Mungkin lebih tepatnya cemilan hehehe. Satu porsi takoyaki sudah cukup membuat saya kenyang. 

Si kakak memesan yakisoba (mie goreng) yang juga sangat lezat. Saya pernah membaca bahwa Izakaya merupakan tempat makan para karyawan kantor. Tak heran jika di bagian dalam restoran sangat ramai dan berisik.  Karena di dalam sudah penuh maka kami dipersilakan duduk di meja paling depan dekat si koki. Saya bisa melihat dengan jelas betapa cekatannya si koki membuat takoyaki. Si kakak bahkan memesan satu porsi takoyaki untuk dibawa pulang ke hotel. 

Awal yang menyenangkan di Osaka. Disambut oleh taman yang rindang dan indah serta makanan yang lezat. It's perfect!! I love Osaka.

Tuesday, July 11, 2017

Liburan Jepang Hari Ketujuh: Matsusaka Castle Ruins dan Nara Park

Dari Nagoya, perjalanan berlanjut ke Matsusaka untuk berjumpa dan makan malam dengan para mantan Manager di perusahaan dulu. Saya sangat bahagia bisa berjumpa dengan mereka dan bernostalgia ke masa kerja dulu. Di Matsusaka kami menginap di Hotel Ace Inn Matsusaka. Resepsionisnya ramah dan fasilitasnya lumayan lengkap meski kamarnya kecil sekali (buat naruh koper aja susah hahaha). Ada coin laundry juga yang sukses membuat saya begadang hingga jam 2 pagi 😅😅.
Dinner in matsusaka
Makan malam bersama para Manager di restoran Yajirobe Matsusaka
Pukul 10 pagi kami sudah check out dan dijemput oleh Kanetani san untuk jalan-jalan di Matsusaka Castle Ruins. Walau mata masih ngantuk tapi saya tetap semangat jalan-jalan hari ini karena bersama Kanetani san. Beliau adalah motivasi terbesar saya mengunjungi Jepang. Panjang lebar jika saya harus menceritakan tentang beliau di blog ini, jadi intinya "He means everything to me" lah pokoknya hahaha.

Oke lanjut, setelah menunggu beberapa menit di lobby Hotel, saya pun berjalan keluar dan berselfie ria di depan Hotel. Beberapa orang kakek yang lalu lalang di depan Hotel memandang saya dengan tatapan aneh hahahha... maklumlah kek beginilah tingkah orang Indonesia kalo sudah masuk urusan selfie hahhaa... Tak lama kemudian Kanetani san pun datang dan ikut senyam senyum melihat saya hehehe. Setelah meletakan bagasi di mobil, kami pun meluncur ke Matsusaka Castle Ruins. Kata Kanetani san kastil ini sudah tinggal reruntuhannya saja akibat kebakaran. Tapi masih ada rumah Samurai dan asrama prajurit samurainya. Ternyata samurai punya prajurit juga hehehe.
Matsusaka Castle ruins hanami 2017
Matsusaka Castle Ruins

Samurai House
Inilah rumah Samurainya

Begitu memasuki gerbang kastil mata saya terkagum-kagum dengan deretan pohon sakura yang menawan. waaah saya memang beruntung masih bertemu sakura sebanyak ini padahal sudah tanggal 13 April. Saat angin bertiup kencang, kelopak bunga sakura berguguran dan itu sangat indah. Saya pun  kalap dan mulai jepret sana jepret sini. Kanetani san mengajak Alban naik ke atas kastil sedangkan saya dan si kakak sibuk berselfie ria di halaman kastil.
Hanami Matsusaka 2017
Pada sibuk sendiri hehee
sakura in matsusaka hanami 2017
Cantik kan sakuranya?
Setelah puas foto-foto di halaman kastil, kami pun turun mengunjungi rumah seorang Samurai di bagian samping dan asrama para prajurit samurai tersebut yang sebagian masih di tempati oleh anak cucu mereka. Kami sempat mengunjungi salah satu rumah di asrama tersebut dan mereka menyambut kami dengan ramah. Rumahnya masih bergaya tradisional Jepang bahkan sampai peralatan dapurnya. Sayangnya saya tidak sempat memotret suasana di dalam rumah.

Selesai berkeliling, saya meminta ijin kepada Kanetani san untuk mampir ke rumah beliau dan beliau pun dengan senang hati mengajak kami ke rumahnya. Letaknya tidak begitu jauh dari kastil dan kami melewati lahan pertanian yang begitu luas. Saya sangat kagum melihatnya. Tidak ada siapa-siapa di rumah karena ibu sedang check up di Osaka. Jadi kami hanya beristirahat dan mengobrol sejenak.

Sebelum berangkat ke Nara, kami mampir makan siang di KFC sekalian nyobain KFC ala Jepang dan ternyata sama saja rasanya hahhaha. Karena sudah siang, kami pun bergegas ke Nara. Dengan mobil Kanetani san, kami melewati jalan tol menuju Nara. Mobil Kanetani san tidak berhenti dan terdengar bunyi beep saat melewati gerbang tol, canggih bener memang Jepang sudah pakai sensor semua, keren.Sepanjang perjalanan si kakak yang di kursi depan sudah pulas, sedangkan saya berusaha untuk tidak tidur dan sesekali mengobrol dengan Kanetani san. 

Setelah hampir 2 jam perjalanan dari Matsusaka, kami pun tiba di Nara. Tidak sulit mencari Oak Hostel Nara karena letaknya yang tak jauh dari Stasiun Kintetsu Nara. Setelah check in, kami pun berjalan kaki ke Stasiun Kintetsu untuk mengecek jadwal keberangkatan esok hari ke osaka. Kanetani san mengajari saya membaca rute dan jadwal kereta bahkan mengajari saya cara membeli tiket ke Osaka untuk rute transit. Di depan stasiun, ada acara promosi yang menampilkan maskot kota Nara yaitu boneka Rusa sehingga si Alban girang banget di ajak foto sama boneka rusa. Kami juga dikasih tisu wajah dan tisu basah sebagai promosi hehehe alhamdulillah😊.
Nara kintetsu stasiun
Si Alban girang lihat maskotnya
Setelah itu kami berjalan kaki ke Nara park dan Kofuku-ji yang ternyata sangat dekat dengan Stasiun Kintetsu. Maklumlah, karena sebelumnya tidak berencana ke Nara, saya jadi tidak tahu destinasi wisata di Nara secara lengkap.
Akrabnyaaa...
Di Nara Park banyak rusa-rusa jinak, saya tadinya agak takut mendekat tapi lama-lama asik juga main sama mereka. Kata Kanetani san tanduk rusanya baru dipotong tahun ini karena pada tahun kemarin masih banyak rusa yang bertanduk. Karena takut membahayakan wisatawan yang semakin banyak berdatangan, akhirnya tanduk-tanduk mereka dipotong. Kanetani san membeli beberapa bungkus makanan rusa yang di jual di sepanjang jalan menuju taman. Pohon sakura disini tidak terlalu banyak, ada yang sudah mulai rontok dan keluar daun mudanya. 
nara park
Taman sakura dekat Kofuku-ji

nara deer
Nara Park

Nara deer
si Alban girang ketemu rusa

Makan yang banyak ya, rusa...

Setelah puas bermain dengan rusa, kami pun berjalan menuju Kofuku-ji Temple disebelah Nara Park. Area kuil ini dipenuhi rombongan anak SMP yang sedang tour. Saya tertarik untuk memotret Five Storied Pagoda di Kofuku-ji Temple ini, cantik sekali. Si Alban sibuk sama kakeknya sedangkan kakak Shinji sibuk berfoto sama bule yang pakai pakaian tradisional Jepang dan segerombolan anak SMP yang super heboh hahhaha. Saya pikir anak-anak sekolah di Jepang itu kalem-kalem ternyata sama saja dengan kita, pecicilan juga hahha. Mereka main kejar-kejaran di halaman kuil sambil tertawa cekikikan. 
kofuku-ji temple
Kofuku-ji Five Storied Pagoda

Kakak Shnji ketemu bule pakai kimono hehehe

Kofuku-ji student tour
Beginilah kalau ABG ketemu genknya hahaaha
Tak jauh dari area kuil, terdapat  Sarusawa-ike (Sarusawa Pond) sebuah kolam yang cantik. Kami duduk santai sejenak menikmati tenangnya air kolam. Karena hari mulai senja, kami pun kembali ke arah Stasiun Kintetsu menyusuri  Sanjo-dori. Ada banyak toko oleh-oleh dan tempat makan di sepanjang Sanjo-dori. Saya sempat mampir membeli patung rusa kecil (saya lupa harganya heheh). Kami lalu berbelok ke Higashimuki Shopping Street yang dipenuhi drugstore, supermarket dan restoran. Bingung juga memilih tempat makan karena banyak yang mengantri. Akhirnya ketemu juga tempat makan yang sesuai selera bersama.
sarusawa ike in nara
Sarusawa-Ike

Toko oleh-oleh di sepanjang Sanjo-dori

higashimuki shopping street nara
Higashimuki Shopping
Setelah mengantar kami kembali ke hostel, Kanetani san pun kembali ke Matsusaka. Kami pun memutuskan untuk kembali ke Higashimuki setelah mandi dan beristirahat sejenak di Hostel. Saat kami kembali ternyata banyak toko yang sudah mulai tutup. Saya keluar masuk drugstore untuk mencari popok Alban. Tapi dari semua drugstore hanya satu toko yang menjual popok berbagai merek. Dan kebetulan ada merek popok yang di pakai si Alban namun hanya tersedia dalam kemasan besar. Tidak ada kemasan ekonomis yang isi 8pcs atau 20pcs. Akhirnya dengan perasaan cemas saya masuk ke Lawson, tidak ada juga ternyata. Makin depresi saya karena tidak memperhatikan hal sepele seperti ini.  Akhirnya ketemu di Seven Eleven dekat gang menuju hostel, lega rasanya. Ketemu yang kemasan ekonomis dan saya pun membeli secukupnya lalu kembali ke hostel.

Oak Hostel Nara sangat nyaman kamarnya luas dan fasilitasnya lengkap. Bersih sekali, namun saya tidak begitu suka bau toiletnya. Tapi tak masalah karena yang penting kami bisa beristirahat dengan tenang. Keesokan harinya kami sempatkan sarapan di hostel sebelum check out. Kami hanya membayar untuk rotinya saja, sedangkan kopi atau tehnya tersedia gratis. Air minum dingin dan panas juga tersedia dengan gratis. Setelah Sarapan, kami pun bersiap menuju osaka.